Sensasi Sunrise Diving ditengah Aura Mistis si Anggun USAT Liberty di Tulamben.

The Ship sinking, CAPTAIN!!

Back into 1942 in Tulamben, Bali - Indonesia.

Kapal buatan Amerika, USAT Liberty berlayar dengan anggunnya dari Australia menuju Philiphina. Kapal itu berlayar untuk mengantarkan besi dan juga karet yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan militer Amerika di perang dunia kedua (World War II). Pagi itu, sekitar pukul 04.15, tepat dibarat laut selat Lombok, Japanese submarine I-166 menembakan torpedo kearah kapal USAT Liberty, dan berhasil merusaknya. Badan kapal yang rusak parah membuatnya harus ditarik ke fasilitas perbaikan kapal di Singaraja. Dengan bantuan kapal konvoy USS Paul Jones dan juga kapal perang Belanda HNMLS Van Ghent, USAT ditarik berlabuh ke Singaraja. Tak ada yang dapat dilakukan, tak ada yang mampu memperbaiki USAT. Kerusakan parah membuat air masuk kedalam kapal dalam jumlah banyak. Agar tidak tenggelam kapal ini dilabuhkan ke perairan Tulamben. Bersandar selama 21 tahun di Tulamben bay. Hingga akhirnya pada tahun 1963, letusan gunung Agung yang kabarnya memuntahkan 300juta meter kubik lahar membuatnya tenggelam dan karam ditempat yang sempurna, perairan Tulamben. Lalu menjadikannya dive site kapal karam tercantik di dunia.

Roda Kemudi USAT Liberty
Sunrise diving disini memberikan sensasi yang syahdu, menenangkan. Menyambut matahari bersinar sambil menikmati hangatnya sinar mentari yang mulai terasa.

Pukul 06.05, mentari mulai merangkak naik dari timur. 
Sedangkan suasana dibawah sana bagi saya yang newbie ini terkesan angker berada ditengah bangkai kapal. Imajinasi berlabuh kembali disaat USAT masih berlayar gagah ditenga samudera. Lalu Japan Submarine datang melontarkan torpedo tepat kebadan USAT. Huru hara imajinasi torpedo dan kerusakan USAT selalu terbayang saat menyelami Tulamben. Tapi lebih dari sekedar suasana seram bangkai kapal, saya malah terpesona melihat barisan rapi para Humphead parrotfish besar yang seakan-akan menemani si anggun USAT Liberty bersemayam abadi didasar laut Tulamben. Saya takjub melihat si USAT Liberty.

Tiga ekor dari banyaknya Humphead Parrotfish yang berbaris rapi mengelilingi kapal

Menyelam di Tulamben tidak hanya tentang si cantik USAT Liberty, tetapi juga beragam kehidupan bawah laut nya. Disini kita bisa bertemu hewan makro, dan beruntungnya saya bisa bertemu kura-kura.

Wow, her hair is grows longer. Who's hair? Haha. That's Tube Dwelling.

Kepiting?

Gobby

Frame nya cantik yaa...
Semua penyemelam, termasuk saya, sangat setuju bahwa USAT adalah wreck cantik yang harus dilestarikan keberadaannya. Adanya dia dibawah laut Tulamben menjadi daya tarik utama diving, dan snorkling. Seperti manusia, lama kelamaan badang USAT akan semakin keropos, kayu-kayunya akan rapuh, badan penyangga akan mulai rontok berjatuhan, dan bisa jadi lama-kelamaan dia akan hilang dari perairan Tulamben. Lalu, apa yang bisa kita lakukan agar USAT tetap cantik seperti saat ini. Mudah saja, berhati-hatilah saat menyelam. Jaga netral bouyancy saat masuk kebadan USAT Liberty. Bouyancy adalah keadaan dimana para penyelam bisa menjaga daya apung sehingga tidak merusak dan mengenai kayu dibadan USAT.
Neutral bouyancy is a must!

Lambung USAT terbelah menjadi dua, dengan kemiringan 90 derajat, dimana sisi dek menghadap laut, dan sisi lainnya menghadap pantai. Entry-nya sendiri bisa langsungd dari Resort Puri Madha. Banyak dive operator yang membawa tamunya masuk melalui resort Puri Madha, atau dari pantai sebelah Puri Madha (duh,maaf lupa namanya apa).

Untuk service yang profesional dengan harga terjangkau, pilihan saya jatuh ke Puri Madha yang dikelola oleh pak Wayan Tambir. Semua karyawan dan juga pak Wayan sendiri super friendly! Puri Madha (PM) Resort adalah salah satu dari sekian banyaknya dive operator yang ada di Tulamben. Kenapa PM? Saya memilih PM karena banyaknya rekomendasi dari teman-teman di Jakarta. Dan PM selalu menjadi destinasi mereka saat menyelam di Tulamben. Suasananya yang bersahabat dan juga entry beach yang mudah untuk menyelam menjadi kan PM pilihan banyak diver yang datang ke Tulamben.

Apa yang kamu lakukan kalau bisa bersantai menghabiskan hari disini bersamanya? Ahh,, lovely.

Atau sekedar menikmati senja dengannya? *Sok romantis, maklum single. LOL

Lalu, berapa biaya nya untuk bisa diving disini?
Saya sendiri menghabiskan Rp. 2.1 juta (April 2015) ;
  • Enam kali diving : 3x di Amed, dan 3x di Tulamben. Transport ke Amed. 
  • Dive gear & dive guide
  • Kamar Fan 2 malam
  • Breakfast
  • Tidak termasuk penjemputan dari-ke resort. 
Harusnya saya memang tidur di kamar Fan, tapi karena kemampuan bersosialisasi yang tinggi, saya free upgrade ke kamar deluxe! Hahaha, bukan bukan. Ini karena saya takut tidur di daerah kamar Fan yang ada dibelakang, dekat dapur, dan ditemani oleh suara debur ombak yang romantis tapi bikin merinding kalau sudah malam. Kebetulan area kamar fan sedang direnovasi, harusnya kamar itu direnovasi, tetapi karena saya booking, lalu disisakan untuk saya. Renovasi itu juga karena PM didaulat untuk menyambut para tamu acara World underwater photography. Pantas lah PM selalu menjadi pilihan utama para diver untuk menikmati Tulamben.


Deluxe room Puri Madha.
Bagaimana transportasi ke Tulamben dengan bus lokal? Coba cek ditulisan sebelumnya. :)


Map of wreck USAT Liberty, indopacificimages.com

Hey kamu, kapan kita diving bareng? :)

Share on Google Plus

Tentang Widya Hapsari

@sobatkolong warrior | OPEN WATER-ISO |Meter Diatas Permukaan Laut | MOCCAREO | DREAMER.

2 comments :

  1. Replies
    1. Hello mbak Cantik.
      Laut Indonesia selalu punya hal-hal yang bikin takjub kaya begini,,maksimal deh kl explore keindahan alam Indonesia..
      Cheers.

      Delete