(Diving) Menjelajahi kota bawah laut Blue Lagoon & Tanjung Jepun.

Fun fact marine life ; 
Kuda laut mengeram telurnya dengan menempatkan telur-telur itu diperut kuda laut jantan sampai menetas, lalu kuda laut imut disemburkan dari mulutnya.

Selama dua tahun diving, FAKTANYA, saya lebih sulit menemukan Seahorse - Kuda laut, dibandingkan Pygmy seahorse, kuda laut mini. Ini disebabkan dari perubahan lingkungan bawah laut. Terumbu karang yang tidak sehat, dan kolektor binatang bawah laut. Terlebih lagi di Cina sendiri kuda laut dikenal memiliki khasiat bagi kesehatan. Dan semakin terancam lah populasi kuda yang tidak bisa ditunggangi ini. :(

Dari Kiri ke Kanan; Sea horse, white sabelid,Giant Moray Eel, Clown anemone fish, dan Razor fish.

Lalu dimana saya menemukan seahorse? Blue Lagoon dive site, Padang Bai. Padang Bai merupakan pelabuhan transfer antar pulau luar Bali seperti Lombok, ataupun titik poin menuju beberapa dive site terkenal di Bali. Seperti Blue Lagoon, Nusa Penida, Lembongan, Manta Point dan beberapa lainnya. Padang Bai memiliki fasilitas yang memadai untuk menjadi pelabuhan transfer, dibandingkan menyebrang dari Sanur. Pemandangan hijau bukit Klungkung dan pepohonan rindang dikiri-kanan jalan, lalu pemandangan pantai dikanan jalan, menemani 1.5 jam perjalanan menuju Padang Bai dari Denpasar. Sesampainya di Padang Bai, beberapa dive center dengan fasilitas yang baik ditepi pantai siap melayani eksplorasi bawah laut kita. Untuk tujuan Blue Lagoon atau Tanjung Jepun dijangkau menggunakan jukung dari tepi pantai. Saya sendiri menggunakan boat dua mesin propeller. Hanya lima menit.
Padang Bai Harbour. Boat disebelah kiri, boat AquaMarine 2, dua mesin propeller.


Diving disini bagaikan menjelajahi kota yang sibuk dengan aktifitasnya. Kota bawah laut. Let's Go!!

Perairan yang tenang dan juga cukup dangkal membuat dive site ini digemari para snorkeler, dan juga beginner diver. Turun di kedalaman awal tujuh meter kita akan langsung  disambut ikan-ikan kecil seperti fusilier dan seargant fish. Topografi Blue Lagoon adalah sandy bottom, slope gradually, huge staghorn coral. Duh, susah ya bahasanya?! Sederhananya, pantai perairan dangkal ini memiliki dasar yang berpasir, lereng-lereng dinding, dengan variasi karang lunak dan keras. Disini kita akan menjadi saksi bahwa Indonesia memang surganya tropical marine life.
Staghorn Coral, mendominasi kawasan Blue Lagoon.


Dengan rata - rata menyelam selama 55 menit dikedalaman 7 - 15 meter, penyelam akan dimanjakan dengan variasi kaya alam bawah laut Indonesia. Dikedalaman 15 meter, apabila beruntung, kita bisa bertemu si Common Seahorse, kuda laut dengan warna tubuh coklat tua dengan spot hitam dibeberapa bagian tubuhnya. Carilah disekitar seagrass. Lalu siput laut berserakan dimana-mana, mulai dari Chromodoris Annae, Nembrotha Kubryana, paling banyak sih jenis Phylidia. Menjadi jelilah saat berkeliling, karena bisa jadi, dipojokan koral itu ada Leaf scorpionfish - master of camuflage. Dan bersiaplah terkesima dengan kecantikan Lionfish. Ikan dengan sirip bak sayap dengan corak yang cantik. Terlihat tajam, sirip ini berfungsi untuk menakuti musuh/predator.
Shortfin Lionfish

Lalu menunggu diam dibawah gua kecil disela-sela koral, Giant Moray Eel, belut laut. Mulutnya yang terbuka menunjukan dia sedang terganggu. Mengantisipasi bahaya yang mengintai dengan membuka mulut dan memamerkan gigi-gigi kecilnya yang tajam.
Giant Moray Eel.

Jangan kaget kalau nanti dive guide kita akan mempertemukan penyelam dengan orang utan! Orang Utan? Dibawah laut? Ya! Orang Utan Crab. Kepiting dengan rambut-rambut pendek yang memenuhi tubuhnya, serupa dengan orang utan.
 
Orang Utan Crab

Menunduklah sedikit, karena dia tidak pintar bersembunyi dari penyelam, walaupun bersembunyi dibalik pasir adalah cara mereka mempertahankan diri. Spotted Stingray. Ikan Pari. Haha, poor you stingray! 
Ikan pari totol.

Belum puas berkeliling selama 55 menit, kita harus naik kepermukaan untuk menghindari decompression sickness. Apa itu? Adalah ketika nitrogen terperangkap didalam body tissue, menyebabkan persendian terasa nyeri, lebih parahnya dapat menyebabkan stroke hingga kematian. Diving memang menyenangkan, tetapi penyelam juga harus mengetahui tata cara diving yang aman. Surface interval selama 1 jam memberikan kesempatan untuk oksigen yang terjebak dibalik kulit keluar perlahan. Setelah beristirahat selama satu jam, kita lanjut eksplorasi  ke Tanjung Jepun yuk!

Menyelam dikedalaman rata-rata 17meter dengan tipe dasar laut sama persis dengan Blue Lagoon, berpasir dan wall diving.

Sebagai penyelam, Saya lebih menyukai Tanjung Jepun. Karena disini, atraksi diving yang ditawarkan lebih beragam. Para snorkeller harus lebih berhati-hati, karena dasarnya dangkal dan ditumbuhi koral. Para penikmat laut harus mengerti mengenai Green Fins, akan saya bahas di tulisan selanjutnya.

Jepun artinya frangipangi. Disini, terdapat pangkalan wahana water sport seperti banana boat, sea walker hingga submarine tour. Tidak akan bosan diving di Jepun, banyak sekali marine life tinggal di artificial reef. Koral buatan manusia seperti  boat yang ditenggelamkan, kerangka besi dan balok-balok batu.  Seperti cuttlefish ini, mudah ditemukan di artificial reef. Hewan laut ini sangat bersahabat, dan juga hobi “show-off”. Kehadiran penyelam tidak membuatnya merasa terancam. Dia akan berenang bebas tanpa memperdulikan penyelam, tapi saat terancam, dia akan berhenti dan tentakelnya akan mengarah kebawah, posisi siap menyerang – atau menghindar.
Cuttle fish, biasa dikenal sebagai Sotong


Awas Submarine lewat! Para penyelam harus berhati-hati, karena propeller submarine besar sekali. Submarine kadang akan mendekati penyelam, karena pengunjung didalamnya akan mengambil foto para penyelam. Begitupun sebaliknya, para penyelam mengambil gambar submarine yang lewat. Simbiosis mutualisme. Haha. 

Watch out! Submarine passed by!! 


Boat Wreck bisa jadi atraksi paling menarik selain marine life pemandangan bawah laut di Jepun. Disini tinggal berbagai macam ikan, seperti schooling fusilier dibagian tengah boat, dan giant Moray Eel menempati lubang sekitar dipinggir boat.


Sudah siap menyelam di Blue Lagoon - Jepun? 
Share on Google Plus

Tentang Widya Hapsari

@sobatkolong warrior | OPEN WATER-ISO |Meter Diatas Permukaan Laut | MOCCAREO | DREAMER.

4 comments :

  1. gue pernah kesini, tapi gak diving. scumbag adis :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Snorkeling doank? Gak klimaks dis! kudu diving. Next kesini gw private guiding buat lo deh. Haha.

      Delete
  2. aku pernah ke Padang Bai, tapi cuma buat nyebrang ke lombok. ga nyangka deket-deket sini bawah airnya jyagoo ya.
    btw buat dapet lisensi dive susah nggak sih mbak? pengin mulai nyoba dive tapi belum ada barengannya :<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Helo Mas Lintang.
      Padang Bai area emg luar biasa famous buat diving. On of the best dive site lho.
      Buat diving gak harus pake licenses, namanya discover scuba, tiap dive center Punya programnya. Nanti kamu dive ditemani instruktur, programnya cuma satu hari. Tp kalo emg ketagihan n niat sih lgsg aja ambil licenses, di Bali rata2 3hari, nanti minta dive center nya aja buat nyari dive buddy buat kamu.

      Yukkk buruan. Biar liburannya maksimal. Darat - laut. HoHoho

      Delete